Lagu Lir-Ilir

Topik: Tembang Jawa
Bahasa: Jawa (lirik) + Indonesia (makna)
Inti: Ajakan “bangun” & perbaikan diri

Ringkasan cepat

Lagu Lir-Ilir dikenal luas sebagai tembang Jawa bernuansa spiritual yang memakai simbol-simbol sederhana
(tanaman menghijau, buah belimbing, kain/dodot) untuk menggambarkan proses membangun kesadaran, membersihkan diri,
dan menata amal. Dalam tradisi populer, lagu ini kerap dikaitkan dengan Sunan Kalijaga dan metode dakwah kultural,
meski detail asal-usulnya sering dibahas dari berbagai sudut (tradisi lisan, kajian budaya, dan penelitian akademik).

 

Sejarah singkat dan konteks budaya

“Lir-Ilir” sering dijelaskan sebagai tembang yang memadukan pesan etika-spiritual dengan bahasa simbolik khas Jawa.
Pendekatan simbolik semacam ini memang banyak dibahas dalam kajian pendidikan/dakwah kultural di Jawa, termasuk analisis makna
yang menautkan “kebangkitan” (lir-ilir), “pertumbuhan iman” (ijo royo-royo), dan “ikhtiar memperbaiki diri” (dondomana jlumatana).

Di banyak artikel populer, lagu ini disebut ciptaan Sunan Kalijaga; dalam penulisan SEO, lebih aman memakai frasa:
“sering dikaitkan dengan Sunan Kalijaga” kecuali Anda punya rujukan primer yang benar-benar tegas.

 

Lirik Lir-Ilir (Jawa)

Di bawah ini saya rapikan formatnya supaya enak dibaca (Anda bisa menyesuaikan ejaan/aksara sesuai preferensi).

Lir-ilir, lir-ilir, tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro, dodotiro, kumitir bedhah ing pinggir
Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane
Yo suraka… surak-iyå
 

Terjemahan & makna (ringkas, mudah dipahami)

Gagasan besar lagu ini: “Bangun” dari kelalaian, rawat iman seperti tanaman yang mulai menghijau,
berani menempuh jalan yang “licin” demi memperbaiki diri, lalu rapikan “pakaian” (akhlak/amal) sebelum waktunya sempit.

Penjelasan simbol yang sering dibahas

  • “Lir-ilir” → ajakan sadar, bangkit, memperbarui semangat.
  • “Tandure wus sumilir / ijo royo-royo” → pertumbuhan; tanda kehidupan dan harapan.
  • “Blimbing” → sering ditafsirkan sebagai simbol rukun/arah hidup (penafsiran simbolik, bukan makna tunggal).
  • “Lunyu-lunyu” → jalan perbaikan diri itu sulit; perlu tekun dan hati-hati.
  • “Dodot” robek → kekurangan/ketidaksempurnaan; perlu diperbaiki.
  • “Dondomana jlumatana” → rapikan dan benahi; jangan menunda.
  • “Mumpung padhang rembulane” → selagi ada kesempatan, gunakan waktu sebaik mungkin.

Nilai pesan (untuk pembaca modern)

  • Self-improvement: evaluasi diri, lalu perbaiki bertahap.
  • Disiplin spiritual: “jangan menunda” ketika masih ada waktu dan energi.
  • Ketahanan mental: tetap bergerak walau jalannya licin.
  • Kearifan budaya: simbol-simbol sederhana untuk pesan yang dalam.

English translation (reader-friendly)

This is a meaning-focused translation (not word-for-word), designed for clarity and SEO.

Wake up, wake up—your crops have begun to sway and sprout.
They are fresh and green, like newlyweds glowing with new life.

Young shepherd, young shepherd—climb the starfruit tree.
Even if it’s slippery, keep climbing to wash your clothes.

Your clothes, your clothes—torn along the edges.
Stitch them, mend them, so you can appear properly this evening.

While the moon is bright,
while there is still wide open time—
shout with joy… shout “yes!”

How to cite this section: If you want a “more literal” translation, tell me your preferred style:
(1) literal line-by-line, (2) poetic, or (3) academic/annotated.

Video referensi

Anda sudah punya embed YouTube; saya rapikan ukuran responsif agar bagus di mobile.

Video Lir-Ilir versi modern

 

Video Lir-Ilir versi anak-anak (dengan arti)

 

FAQ: Pertanyaan yang sering dicari

Siapa pencipta Lagu Lir-Ilir?

Dalam tradisi populer, Lir-Ilir sering dikaitkan dengan Sunan Kalijaga dan dakwah kultural.

Apa makna utama Lagu Lir-Ilir?

Secara umum, maknanya adalah ajakan “bangun” dan memperbaiki diri: menumbuhkan iman/harapan, bersungguh-sungguh meski sulit, serta membenahi akhlak dan amal sebelum kesempatan habis.

Kenapa ada simbol “belimbing” dan “dodot”?

Tembang Jawa sering memakai simbol benda sehari-hari untuk menyampaikan pesan moral-spiritual. Belimbing dan dodot biasa ditafsirkan secara simbolik
(beragam tafsir), sehingga bagian ini bagus dijelaskan per poin agar pembaca paham.

Lir-Ilir termasuk lagu apa?

Banyak sumber menyebutnya sebagai tembang Jawa (sering dikaitkan dengan tembang dolanan) yang sarat pesan simbolik dan diajarkan lintas generasi.

 

Sumber & bacaan lanjutan

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *